WAKAF DAN 7 PAKET GERAKAN MASJID

0
66
Oleh : Dharma Setyawan
Direktur LSO Badan Wakaf Nasional KAMMI
Masjid –bukan hanya tempat ibadah sholat— dibangun oleh Rosul saw sebagai rumah peradaban umat Islam. Tempat bertemunya ide, gagasan, ruang dialog, gotong royong, dan berjamaah. Beberapa fungsi lain masjid di zaman rosul saw yaitu pertama, tempat pendidikan. Di dalam masjid Rosul memberikan khotbah-khotbah tentang nilai-nilai Islam selain ibadah sholat sebagai rutinitas dan menjadi rumah bersama para pejuang-pejuang Islam. Kedua, rumah kastrat (kajian strategis). Di dalam masjid Rosul saw selalu bermusyawarah tentang taktik perang yang harus dijalankan, sehingga sisi pertahanan, militer di rancang salah satunya di masjid yang didirikan sebagai salah satu benteng pertahanan. Ketiga, rumah ekonomi. Banyak tidak diketahui oleh umat muslim bahwa rumah ekonomi di sini bagaimana di dalam masjid Rosul saw bicara distribusi pendapatan harta seperti ZIS (zakat, infaq, shodakoh) bahkan pembagian rampasan perang (ghonimah). Bahkan rumah maal yang kemudian digagas oleh Umar Bin Khotob dalam struktur yang lebih rapi sebelumnya berada di sekitar masjid. Keempat, kantor pemerintahan. Masjid menjadi kantor pemerintahan di Madinah dimana banyak sekali dibahas hal-hal mengenai struktur kekuasaan dan wilayah-wilayah penakhlukan oleh Islam dimana urusan ummat di bahas di dalam masjid.
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) terinspirasi dengan fungsi masjid di zaman Nabi dan memiliki komitmen untuk membangun masjid Mahasiswa. KAMMI membangun masjid mahasiswa tersebut dengan mekanisme wakaf yang dikenal sangat efektif menggerakkan dana nasional anggota KAMMI seluruh Indonesia dan juga tokoh nasional dan daerah yang diharapkan ikut terlibat dalam gerakan ini. KAMMI merumuskan gerakan masjid mahasiswa dalam tujuh (7) paket gerakan yaitu ;
1)      Masjid Mahasiswa
Masjid sebagai sarana ibadah mahasiswa untuk membangun mental spiritual demi tegaknya mahasiswa yang mengamalkan Pancasila sila Ketuhanan Yang Maha Esa.
2)      TPA (Taman Pendidikan Al-Quran)
Masjid mahasiswa juga berusaha melakukan pemberdayaan terhadap mahasiswa untuk berkontribusi pemberantasan buta huruf Al-Quran, dimana fungsi masjid sebagai tempat pendidikan anak-anak muslim masa depan.
3)      Dakwah (Imam Muadzin Khatib Ta’lim)
Melatih mahasiswa untuk tampil ke depan sebagai kaum pencerah, menjadi bagian masyarakat yang mengajak kepada kebaikan.
4)      ZISQ (Zakat Infak Shadaqah Qurban)
Masjid juga difungsikan mengelola dana Zakat, Infaq, Shodakoh dan Qurban (ZISQ)
5)      Masjid Online
Perkembangan teknologi juga hadir di masjid sebagai sarana menghubungkan informasi masjid yang terkoneksi dengan masjid lainnya sebagaimana program Dewan Masjid Indonesia (DMI)
6)      Madrasah / Pesantren KAMMI
KAMMI sebagai organisasi mahasiwa muslim menjadikan masjid sebagai tempat menimba ilmu, menjadikan masjid sebagai kawahcandradimuka pengetahuan yang berguna bagi bangsa dan negara.
7)      BMT Profetik
Selain Masjid sebagai rumah ibadah, di sekitar masjid didirikan sebuat lembaga keuangan mikro syariah baitul maal wa tanwil (BMT) untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat berbasis koperasi.
7 Paket gerakan masjid di atas adalah program besar nasional KAMMI sebagai wujud kepedualian KAMMI terhadap bangsa, negara dan agama. Melalui wakaf sebagaimana Islam sejak lama menggunakannya sebagai pembangunan ekonomi umat, KAMMI berupaya semaksimal mungkin melakukan gerakan nasional wakaf anggota KAMMI se-Indonesia. Harapan bersama gerakan ini akan menginspirasi gerakan-gerakan lain, sehingga mahasiswa, tokoh dan rakyat dengan bergotong-royong mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Back To Masjid adalah slogan yang mampu menghadirkan komunitas muslim Indonesia yang damai. Masjid tempat mencetak “Muslim Negarawan” yang cinta dan berjuang untuk membangun negara Indonesia dan dunia global.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here