Toleransi Berkecambah

0
66

Oleh: Ama Tya

Kita tidak mampu memukul-mukul selimut api dan membiarkannya padam
Kita tidak akan mampu menghentikan saluran air dan membuatnya terhenti, bau, dan terkuras
Kita tidak mampu menghentikan paganisme dengan cara-cara anarki, membabi buta dan menebar derita
Kita bukan Tuhan yang dengan “kun fayakun” semua berubah
Kita luruh dalam takdir dan pesimis mengusap berbagai warna
Apakah kita berkehendak sendiri dalam jelaga sepi?
Apakah kita menangisi keramaian yang indah ini?
Apakah kita ingin menertawakan manusia yang mencari Tuhan?
Kita bukan penentu surga yang hanya berisi orang-orang kita
Kita bukan penentu neraka yang hanya berisi orang-orang yang memusuhi kita
Tidak ada korupsi, kolusi, dan nepotisme dipengadilan Tuhan
Tidak ada suka atau tidak suka yang mengalahkan Ridho-Nya
Kita butuh toleransi yang mengajak nurani menari
Kita butuh toleransi agar gesekan itu berirama tanpa berisik
Kita butuh toleransi dari semua anarki yang berdarah-darah
Ini dunia kawan!!!
Bukankah bisa kau ciptakan surga disini
Kau bisa ciptakan surga dibumi yang indah ini
Dengan budaya memberi
Dengan politik melayani
Dengan ekonomi keadilan
Dengan ideologi melindungi
Dengan sosial kesantunan
Dengan pendidikan pencerahan
Kita seharusnya menyiram nurani agar berkecambah
Kita seharusnya menanam benih kebahagian agar tumbuh menjulang
Kita seharusnya pupuk perbedaan agar subur berlaku jujur
Kita seharusnya memanen buah tanpa menyakiti ulat yang menolak kimiawi
Kalau aqidah yang kau sebut!!!
kenapa harus takut tereduksi
kalau aqidah yang kau sebut!!!
Tak perlu kau pertontonkan didepan insani
Bukankah ada yang seharusnya pantas menilai akidahmu
Yaitu Tuhan yang mestinya kau yakin memberi hidup untuk keindahan
Untukmu para petarung atas nama Tuhan!

Jogjakarta, 13.29 WIB 29 Desember 2012

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here