INDIBATH MENULIS

0
133

Oleh : DHARMA SETYAWAN
perdition.mine.nu
Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang menjadi tanggung jawabnya. (http://id.wikipedia.org/wiki/Disiplin). Seringkali kita mengeja kata Disiplin (indibath) dalam berbagai situasi. Indibath dapat kita maknai sebagai kesabaran, keteraturan, keterarahan, konsistensi dan ketepatan waktu. Ta’riful Indibath adalah pelaksanaan amal mendekati bagian-bagian amal yang dituntut bagi pelaku-pelaku amal untuk menjaga keberlangsungan pelaksanaan amal tersebut. Indibath itu berat bagi jiwa yang tidak memiliki tekad untuk melakukan upaya-upaya perbaikan. Sebagaimana ungkapan “seseorang dapat dengan mudah untuk memulai sesuatu, tapi begitu sulit untuk mempertahankannya”
Indibath adalah kesabaran, selalu menekuni kewajiban diri untuk taat pada perilaku yang terus-menerus. Kesabaran bersenyawa pada disiplin untuk semangat menghadapi godaan. Malas, keraguan, pesimis selalu dilawan dengan kesabaran yang seyogyanya Maha Hebat. Indibath dan sabar adalah dua sejoli yang rapuh jikalau keduanya berpisah.
Indibath adalah keteraturan, pada ruang tertentu dia butuh volume yang cukup untuk menghibur diri dengan aktivitas-aktivitas yang mengikat. Maka keteraturan menjadi keakraban bagi Indibath dan memintanya setia dalam kebersamaan. Dalam Indibath butuh penekanan-penekanan untuk terus teratur mereproduksi tindakan-tindakan secara terus menerus tanpa kebosanan.
Indibath adalah keterarahan, dia focus pada kerja-kerja menuju skala prioritas. Tanpa keterpaksaan, bentuk keterarahan menjelma menjadi ideologi yang jelas dan memanah tepat harapan-harapan yang ingin dicapai. Maka Indibath memilih untuk maju pantang mundur dan terus menggapai arah yang dituju.
Indibath adalah konsistensi, selalu saja dia mempertahankan diri untuk tidak tergoda pada ritualisme yang sangat asing tanpa manfaat. Konsostensi ini adalah sikap militansi yang paling kuat. Selalu saja konsistensi mampu melawan godaan-godaan eksternal dan internal dan mengancap keberadaan Indibath. Adanya konsistensi menguntungkan Indibath untuk tetap survive sehingga dia terus teguh dan tegar.
Indibath adalah ketepatan waktu, bagi Indibath waktu bukan uang juga bukan pedang tapi dia adalah modal kerja. Modal kerja yang menjadi bekal untuk terus mencerna manfaat dan membagikannya pada siapapun. Dengan ketepatan waktu Indibath mampu mengajak siapapun untuk berjuang, bertahan dan menang.
Soal menulis, kita membutuhkan Indibath yang hebat. Kerja-kerja menulis tidak hanya menuntut sesorang untuk bekerja serampangan. Indibath tinggi dan bergerak untuk selalu membaca dan menganalisis menjadi kerja-kerja pra-menulis. Menulis bukan untuk memamerkan kemampuan diri bahwa kita bisa menghasilkan karya tulisan. Namun lebih dari itu menulis adalah kerja-kerja keabadian dan sebuah panggilan jiwa. Maka menulis adalah sikap kepastian, tanpa keraguan. Narasi menulis adalah hasil imajiner intelektual dan kebebasan pengetahuan. Disiplin sesadar-sadarnya berjuang untuk terus melakukan tindakan-tindakan progresif. Maka sangat pantas, setelah indibath kita akan menemukan sikap “terbiasa” pada bentuk kerja homogen dan heterogen yang akan membuncah pada klimaks output yaitu KARAKTER! 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here