MENYERANG TERORIS DAN MENYEMAI KEHAMILAN

0
51
Tetangga-tetangga itu riuh membicarakan kabar berita terbaru. Mungkin sama dengan gosip di TV, tapi gosip ini sangat-sangat menggemparkan. Gosip anak tetangga yang  telah ketahuan hamil dan yang mengejutkan ternyata sudah 5 bulan hamil. Akupun pun hanya mendengar dan terdiam prihatin mendengar hal demikian. Tapi kita semua juga sadar bahwa hal ini bukanlah hal baru dalam hidup, bahkan di usiaku yang sudah menginjak 23 tahun. Kawan-kawan SMP dan SMA juga pernah mengalami hal demikian dan berakhir dengan pernikahan sederhana dan diam-diam karena si orang tua malu anaknya telah mencoreng warnanya.  
Hamil bagi anak usia SMP dan SMA adalah jelas kehamilan insidental yang terjadi dan jelas tidak dikehendaki secara matang. Hamilnya anak tetangga tersebut memang bagi tetangga terdekat bukan perkara yang mengejutkan seperti korupsi para pejabat. Hal ini karena tetangga tahu gelagat si bocah yang sering menerima tamu teman sekolah laki-laki dan pulang sore dari sekolah. Semakin tumbuhnya anak gadis yang menginjak SMP dan SMA  orang tua lupa bahwa mereka bisa mengancam bagi masa depan keluarga dan terutama masa depan anak tersebut. 
Aku melihat suami bocah itu di sore saat maghrib. Aku melihat anak yang masih sangat kecil, kelas satu SMA itu ternyata bisa menyemai kehamilan di anak gadis tetanggaku itu. “Mau kerja apa dirinya kecuali buruh?” gumamku. Kita jangan dulu bicara siapa yang salah? Bagi kita yang menginginkan penyemaian dosa ini berhenti, minimal kita mengawasi keluarga kita terdekat dari hal buruk di atas. Bayanganku membumbung ke nasib bocah laki-laki ini yang menunduk malu di habitat baru di desa saya. tetangga bilang anak itu orang tuanya, tepatnya Ibunya kerja di luar negeri. O… pantas kataku tidak ada yang mengawasi” aku berkata. Tapi ini masuk akal dapat menjadi penyebab atau faktor kenapa anak bertubuh kerempeng dan pendek itu berhasil menyemai kehamilan. Dalam banyak hal kita bisa menyalahkan siapapun dalam keprihatinan kita. entah itu atas nama agama, norma, Tuhan, Etika dan sebagainya. Sudah sering orang tua disalahkan karena tidak mendidik agama secara baik. Anak di bebaskan bergaul, berpakaian lacur. Atau kita salahkan pemerintah sekalipun yang sibuk dengan konflik politik dan tidak memberi lahan pekerjaan sehingga seorang Ibu harus kerja di luar negeri., Ulama yang tersedot dengan agenda politik pula. Dalam posisi yang demikian semua bisa salah. Tapi kita perlu menyadari akan hal-hal kecil yang dapat kita lakukan. 
Menjadi baik untuk diri sendiri bagi kita tidaklah cukup. Pada akhirnya kehendak Agama menjadi jawaban hal demikian.  Sangat bebasnya pergaulan karena peran pemerintah yang terus menyerang agama dengan ungkapan teroris. Lalu apa hubungannya teroris dengan menyemai kehamilan? kelihatanya tidak ada. Tapi bagiku ada, karena dengan isu teroris itu generasi kita sudah tidak tertarik lagi dengan agama. Adanya ROHIS di SMA, KAMPUS malah diserang dan dituduh sebagai teroris. Silahkan di survei minimal anak rohis itu pasti lebih baik dari anak deso yang sok gaul dan akhirnya menyemai atau di semai perutnya dengan kehamilan. Negara ini terlalu menempatkan orang bodoh untuk mengendarai Negara besar ini. Apa benar anak dididik agama semua mengandung teroris. Apa negara terlalu takut karena banyak aktivis kritis lahir dari ROHIS tersebut. Silahkan di jawab sendiri Apa hubungan Teroris dengan menyemai kehamilan? Bukan hanya hamil saja, akibat agama semakin tidak menarik karena diserang Indonesia akan semakin amburadul. Selama hal ini terjadi, jangan harap Minuman keras, narkoba, korupsi, mencuri dan kriminal lainya selalu hadir di negeri ini. Mari sama-sama kita befikir kembali dan banyak berbuat untuk mencegah terjadinya persemaian kehamilan ilegal!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here