KAMMI Part 1

0
46
SEJARAH KAMMI TAK AKAN PUDAR
Oleh : DHARMA SETYAWAN
Ketua Komunitas Hijau Lampung
dan Aktifis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)
Sejarah berbeda dengan mitos. Mitos bersifat stasioner, berhenti tidak pernah berubah. Sedangkan sejarah berwatak dinamis dan seringkali memunculkan perubahan-perubahan, baik bersifat kualitatif maupun bersifat kuantitatif. Karena itu sekalipun sejarah cenderung selalu berulang, pengulangan itu sesuai dengan perkembangan zaman, dapat bersifat fundamental, radikal dan destruktif (Amien Rais)
Begitupun dengan sejarah KAMMI yang akan terus menjadi sejarah terang anak-anak muda muslim. KAMMI yang lahir dari rahim reformasi akan tetap menjadi sejarah gerakan yang tidak dapat terhapus dari sejarah gerakan mahasiswa Indonesia. Mimpi anak-anak masjid dan kampus itu selalu memberikan pencerahan dan makna tersendiri akan hakekat perjuangan. Embrio masjid dan kampus yang terus tumbuh di bawah tekanan rezim itupun semakin matang karena terdidik tanpa ada dosa masa lalu zaman. Embrio KAMMI terus mengokohkan gerakannya di dalam kampus dan tiba kelahirannya bersama momentum menyambut tumbangnya rezim orde baru di 98’.
Saksi reformasi telah mengakui KAMMI adalah anugerah tersendiri bagi gerakan mahasiswa untuk kebangkitan Indonesia. Terlahir dari embrio gerakan masjid kampus, organisasi muslim inipun tumbuh dengan semangat Islam yang membawa cahaya perubahan. KAMMI akhirnya mendeklarasikan diri pada tangal 29 Maret 1998 di Universitas Muhammadiyah Malang dan menyebut kenangan peristiwa itu dengan istilah Deklarasi Malang. Pekikan takbir manyambut hadirnya KAMMI sebagai sejarah baru kekuatan mahasiswa muslim yang siap menjadi tameng perjuangan kemana perginya. KAMMI siap menjadi panah, tombak, peluru, pedang, belati dan pena kebenaran (perumpamaan heroisme) untuk melawan kediktatoran pemimpin.Kemana KAMMI melangkah disanalah perbaikan akan menjadi tradisi perjuangan KAMMI.
Sekali Lagi Sejarah Tak Akan Pudar
Umur reformasi yang terus bergulir KAMMI akan tetap menjadi oposisi abadi sebagai gerakan yang menjaga nalar etik demokrasi. Demokrasi bagi KAMMI adalah pilihan bukan tujuan karena KAMMI yakin tujuan sejati adalah tegaknya Islam di bumi, sampai rakyat memahami demokrasi hanya bagian mewujudkan welfare state (negara sejahtera). Mimpi Indonesia masa depan menjadi pioner kebangkitan dunia Islam bukan basa-basi perjuangan. Perekat komponen bangsa adalah ide mahasiswa muslim yang melampauiide zamannya. Mimpi KAMMI ini bisa disebut Beyond Idea. KAMMI menyadari demokrasi bukanlah akhir setelah Indonesia menemukan cita-cita kesejahteraan. KAMMI akan terus berjuang tidak hanya untuk mimpi negara tapi untuk mimpi dunia akan tegaknya kepemimpinan Islam. Maka paham ashobiyah (golongan) tidak berlaku bagi KAMMI walaupun kita mengakui banyaknya ashobiyah namun kita tidak larut dalam perbedaan, malah sebaliknya KAMMI berusaha menjadi perekat komponen yang selalu siap membantu dan bekerjasama untuk memecahkan setipa solusi.. Maka dengan siapapun, kapanpun, dan dimanapun KAMMI siap bekerjasama dengan orang-orang yang memiliki komitmen perubahan menuju kebenaran. Karena KAMMI meyakini KAMMI bukanlah anak-anak demokrasi tapi KAMMI adalah anak-anak harokah yang selalu bergerak bersama dakwah kemanapun perginya.
Dan Sekali Lagi Sejarah Tak Akan Pudar
KAMMI memposisikan diri sebagai gerakan intelektual profetik. Intelektual profetik adalah sosok kaum terpelajar yang berjuang untuk mengembalikan nalar kenabian yang telah hilang oleh liberalisasi akal. Mengutip pendapat Ali Syariati, misi suci kaum intelektual atau cendekiawan adalah membangkitkan dan membangun masyarakat bukan memegang kepemimpinan politik negara, dan melanjutkan kewajiban dalam membangun dan menerangi masyarakat hingga mampu memproduksi pribadi tangguh, kritis independent dan punya kepedulian sosial tinggi. KAMMI akan tetap menempatkan diri sebagai tempat pengkaderan dan laboraturioum pemimpin masa depan. Selama bernama KAMMI maka gerakan ini akan tetap menjadi gerakan ekstraparlementer dan selalu memberi daya tawar kritis disetiap lini kebijakan yang tidak mengedepankan hak-hak rakyat. Sebagaimana misi suci menurut Syariati maka KAMMI akan terus bergerak masif dan menjadi gerakan paling volunter (sukarela) tanpa ada niat bagi KAMMI untuk mendapat imbalan dari siapapun. Karena bagi KAMMI imbalan datangnya dari Allah Tuhan yang maha memberi kepada makhluknya.
KAMMI akan terus memproduksi stok kepemimpinan masa depan. Untuk itu KAMMI tetap akan melakukan harokatul tajnid (gerakan pengkaderan) dan harokatul amal (gerakan amal) sampai kapanpun itu. Meminjam istilah Antonio Gramsci bahwa kami menempatkan dirinya sebagai Intelektual Organik yang selalu memiliki gerakan pembaharu yang menolak kenyamanan, kejumudan dan selalu menjadi pelopor perubahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here