SUKSESI KEPEMIMPINAN STAIN METRO

0
53
Kamis, 06 01 2011 | 09:57:21
Oleh : Dharma Setyawan dan Adhari

SUKSESI Pimpinan STAIN Jurai Siwo Metro baru saja usai. Prof. Edi Kusnadi,M.Pd terpilih sebagai Ketua STAIN Jurai Siwo Metro untuk periode 2011-2015 mengungguli dua rivalnya Dr.Zaenal Abidin dan Dr.M.Sidi Ritaudin. Dari hasil pemilihan yang di adakan di hotel Nusantara pada (12/11/2010) telah terdapat hasil pemilu senat yang menunjukkan bahwa, Prof. Edi terpilih dengan suara terbanyak dengan 15 suara, Dr. Zaenal Abidin dengan 1 suara dan Dr. M. Sidi Ritaudin dengan 0 suara.
STAIN yang dipimpin sebelumnya oleh Prof. Dr. Syarifudin Basyar,M.Ag telah berkembang dan membawa hasil kemajuan yang cukup signifikan. STAIN yang sekarang telah berkembang menjadi kampus yang tumbuh semakin dekat dengan cita-cita visi sebagai lembaga unggulan (centre of excellence) yang mampu menghasilkan sumber daya dan berkualitas serta mempunyai keluasan ilmu, intelektual dalam spiritual juga ketinggian profesional.
Perubahan yang telah di bawa oleh Prof. Syarifudin telah banyak di upayakan seperti peningkatan Sarana dan Prasarana pendidikan, bertambahnya program study pendidikan, Prestasi dari tingkat Mahasiswa dan Dosen, Unit Kegiatan Mahasiswa yang aktif dan terakomodir dengan baik, serta Demokrasi kampus yang cukup egaliter. Sebagaimana yang pernah di tulis salah satu penulis dalam opini radar lampung sebelumnya ”Menuju Kampus Berperadaban”.
Dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada, prestasi kepemimpinan Prof. Syarifudin di STAIN Metro sangat perlu mendapat apresiasi yang luar biasa namun begitu perlu adanya pembenahan dalam kegiatan internal kampus STAIN Metro. Prof. Syarifudin telah mengangkat citra eksternal STAIN Metro di mata pendidikan Lampung sebagai kampus yang siap berdaya saing dan telah berhasil sesuai adanya.
Citra positif yang di bangun selama 4 tahun telah menjadikan STAIN kampus yang di minati oleh para pelajar dari berbagai daerah. Komposisi citra eksternal yang telah terbangun selama ini perlu mendapat pembenahan dari dalam agar kualitas SDM yang di hasilkan STAIN benar-benar mampu melahirkan mahasiswa yang memiliki problem solver (penyelesai masalah) bukan problem maker (Pembuat masalah). Kekurangan dan kelebihan yang terjadi dalam kepemimpinan sebelumnya perlu menjadi sesuatu hal yang harus di evaluasi bersama demi kampus STAIN yang benar-benar mampu berdaya saing dengan lembaga tinggi lainnya.
Pembenahan internal kampus yang harus di lakukan STAIN kedepan pertama adalah menyangkut aktivitas belajar mengajar yang kondusif di dukung dengan Dosen yang aktif mengajar dengan kemampuan wawasan keilmuan di bidangnya juga mampu memenuhi hak mahasiswa untuk mendapatkan ilmu sebagaimana mestinya. Dan yang menjadi perhatian adalah Profesionalisme dosen untuk dapat mengajar lebih baik. Pola Dosen sebagai media pendidikan profetik perlu mendapat perhatian serius bahwa dosen adalah tauladan, fasilitator motivasi, dan pembimbing akademik. Tindakan premanisme dosen, mangkir ketika mengajar, mengancam nilai mahasiswa perlu mendapat sanksi tegas dari lembaga STAIN Metro agar kita sadar bahwa dunia akademis adalah dunia saling memberikan efek mutualisme atau saling bermanfaat. Kedua, adalah Peningkatan sarana dan Prasarana kenyamanan mahasiswa dalam menjalani kewajiban sebagai warga belajar.
Peningkatan prasarana tersebut menyangkut segala kenyamanan yang di butuhkan dalam belajar seperti pemenuhan media belajar, pemenuhan fasilitas dosen seperti laptop dan in focus layar lcd, pemenuhan kebutuhan mahasiswa seperti Buku yang di siapkan Perpustakaan STAIN dan kondisi ruangan yang harapan besar di fasilitasi dengan AC sehingga kenyamanan belajar menjadi kondusif. Selain itu fasilitas keamanan dari satpam, tempat barang, ruang perkir perlu mendapat perhatian lebih agar kasus pencurian di STAIN dari motor, komputer dan tas mahasiswa tidak terjadi lagi.
Kelengkapan sarana keamanan sangat penting demi STAIN yang lebih baik. Ketiga, adalah perlunya Budaya membaca,diskusi dan aksi sebagai bagian dari proses percerdasan bersama. Perbedaan pendapat harus di fahami sebagai khazanah intelektual antara mahasiswa dengan dosen selama tidak melanggar norma Islam sebagai landasan pijak dan Al-quran Sunnah sebagai landasan berfikir. Nalar kritis mahasiswa, ideologi gerakan yang tidak sama, sampai pada pandangan politik yang berbeda harus di mengerti sebagai bagian dari proses ilmiah kaum intelektual.
Karna kita yakin Islam adalah system yang komprehanship melampaui IPOLEKSOSBUDHANKAM (ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan). Nilai-nilai Tri Dharma perguruan tinggi perlu di terapkan sebagaimana mestinya karena menyangkut pendidikan, penelitian dan pengabdian.
Dengan terpilihnya Prof. Edi menjadi ketua STAIN yang baru maka menjadi tantangan berat bagi Prof. Edi untuk membawa STAIN lebih baik dari kepemimpinan sebelumnya. Prof. Edi yang merupakan Profesor pertama di Propinsi Lampung dalam Ilmu Metodologi Penelitian.harus mampu membuktikan diri sebagai profesor yang sangat menghargai proses akademis intelektual.
Sebagaimana terangkum dalam visi misi yang di sampaikan sebelumnya memberikan penghargaan terhadap para dosen dan tenaga ahli administrasi yang memiliki kemampuan berkreativitas dalam mengembangkan STAIN Metro.
Penghargaan yang tidak hanya sekedar penghargaan gelar atau label penghargaan tapi penghargaan yang memberi fasilitas kebutuhan agar peneliti memiliki sarana dan prasarana yang menunjang kesempurnaan penelitian. Bukan hanya penghargaan untuk dosen dan tenaga ahli tapi juga kepada para mahasiswa sebagai generasi penerus yang seharunya lebih bermutu. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here