Berharap dari Pilkada Lamteng

0
43
http://www.radarlampung.co.id/web/opini/19894-berharap-dari-pilkada-lamteng-.html
Selasa, 10 Agustus 2010
Oleh Dharma Setyawan (Ketua KAMMI Komisariat STAIN Metro)
LAMPUNG Tengah, wilayah yang luas di Lampung dan memiliki jumlah penduduk terbanyak. Lamteng memiliki banyak potensi untuk dapat dikembangkan dalam rangka mewujudkan kabupaten yang unggul dan bardaya saing. Luas daerahnya merupakan aset besar bagi tumbuhnya agrobisnis yang menjanjikan bagi perkembangan ekonomi masyarakat.
Selama ini Lamteng menjadi kabupaten penghasil komoditas pertanian terbesar di Lampung. Bahkan, mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat sebagai daerah lumbung pangan. Tanaman padi, jagung, dan singkong menjadi tanaman sentral produksi sebagai penopang kehidupan masyarakat yang mayoritas adalah penduduk bermatapencaharian petani.
Pada wilayah industri, Lamteng memiliki perusahaan-perusahaan yang terbesar dibandingkan kabupaten lainnya di wilayah Lampung. Perusahaan-perusahaan yang ada merupakan perusahaan yang banyak dikelola swasta. Jika dilakukan pengawasan yang baik dari pemkab, akan menambah pendapatan asli daerah (PAD) yang diambil dari pajak kewajiban per tahunnya.
Perusahaan-perusahaan ini juga banyak menyerap tenaga kerja yang mampu mengurangi penganguran-pengangguran di Lamteng. Sebut saja beberapa perusahaan yang dimiliki aset daerah Lamteng. Perusahaan tambak udang terbesar yang ada di lokasi Bratasena dan Dipasena. Perusahaan produksi pertanian tebu dan gula yang ada di Indolampung dan Gula Putih Mataram (GPM). Perusahaan pengolah nanas PT Humas Jaya, pengolah sawit, singkong, dan perusahaan lain yang tersebar di Lamteng.
Melihat potensi Lamteng, banyak hal yang dapat diwujudkan dalam membangun Lamteng menjadi kabupaten maju serta mampu berdaya saing. Banyaknya sumber daya alam yang ada di Lamteng ternyata tidak menjamin tumbuhnya kemajuan kabupaten ini dilihat dari berbagai aspek.
Buruknya manajemen birokrasi pemerintahannya menyebabkan Lamteng menjadi kabupaten yang tertinggal jauh dari daerah lain. Seperti Metro dan Lampung Timur, yang pada awalnya merupakan bagian dari Lamteng sebelum dilakukan pemekaran. Lemahnya manajemen birokrasi berakibat pada perilaku korup yang dilakukan pejabat di pemerintahan.
Kasus yang belum tuntas seperti kasus dana APBD Lamteng Rp28 miliar di Bank Tripanca belum terlihat ujung penyelesainnya. Bahkan kasus ini tengah melibatkan mantan Bupati Lamteng Andi Ahmad Sampoerna Jaya dan mantan Sekretaris Daerah Musawir Subing yang kini sebagai salah satu calon bupati pada Pilkada 12 Agustus 2010.
Manajemen birokrasi yang korup berimbas pada tingkat pembangunan yang dibutuhkan masyarakat seperti jalan, pendidikan dan kesehatan. Beragam persoalan yang harus diselesaikan bupati dan wakil bupati ke depan sangat diharapkan masyarakat Lamteng. Yaitu menentukan skala prioritas untuk mengejar ketertinggalan.
Pembangunan infrastruktur jalan harus menjadi program utama bupati dan wakil bupati terpilih. Menimbang bahwa jalan sangat fundamental dalam menunjang akses terbukanya ruang gerak ekonomi di kabupaten ini.
Kelancaran usaha, mudahnya transportasi, kenyamanan hubungan antar daerah menjadi syarat utama Lamteng menjadi sentral produksi pangan dan hasil industri yang ada. Penulis sangat merasakan kerusakan parah ketika menempuh pendidikan di SMAN 1 Kotagajah sampai 2006. Walaupun pernah ada perbaikan namun jalan terlihat kembali rusak. Jalan berlubang seperti dari Punggur menuju Kotagajah sampai ke Rumbia-Gayabaru sangat menghambat perjalanan.
Jalan dari kiri Pasar Bandarjaya menuju Simpangagung sampai ke ujung sangat parah dan membuat pengguna jalan mengeluh. Banyak sekali jalan yang rusak ini akibat mobil pengangkut barang dari perusahaan-perusahaan yang mengangkut barang secara berlebihan.
Pembangunan Lamteng harus dilakukan pengawasan oleh berbagai pihak. Peran serta semua elemen harus bersinergi agar asset sumber daya alam yang melimpah dapat dinikmati oleh segenap masyarakat Lamteng. Peran-peran individu atau kelompok diharapkan menjadi social control bagi terciptanya birokrasi yang mengedepankan kepentingan masyarakat. Memang tidak mudah mengejar ketertinggalan yang terjadi di Lamteng.
Tapi melihat sumber daya yang ada keyakinan harus muncul di benak setiap warga untuk membangun ketertinggalan Lamteng. Peran-peran yang dapat dilakukan yaitu pertama, peran mahasiswa Lamteng yang tersebar di wilayah Bandarlampung dan Metro.
Lamteng memiliki mahasiswa terbanyak kedua setelah Lampung Timur. Data ini diambil dari mahasiwa yang mendaftar di Unila dan STAIN Metro. Membangun jaringan organisasi mahasiswa Lamteng diharapkan mampu menjadi pencerah bagi masyarakat untuk menjalankan fungsi pendidikan bagi masyarakat dan generasi muda di Lamteng. Pernah terdengar adanya organisasi seperti Ikatan Mahasiswa Lamteng (Ikmal), Persatuan Mahasiswa Daerah (Persada) Lamteng. Namun, sekarang tidak pernah ada aksinya lagi.
Peran mahasiswa akan menjadi pembangkit gerak intelektual yang akan membawa masyarakat Lamteng menuju pembangunan sumber daya manusia. Terbukti bahwa kemajuan suatu bangsa tidak bisa hanya bertumpu pada modal sumber daya alam. Yang terpenting justru modal sumber daya insani (Yudi Latif).
Kedua, peran pers sebagai pilar demokrasi keempat harus bersinergi dengan gerakan mahasiswa. Pers sebagai lembaga kontrol di Lamteng akan mewujudkan pemerintahan yang clean and good government.
Peran pers ini harus mampu memberikan informasi kepada masyarakat dan membangkitkan budaya kesadaran agar demokrasi yang ada di Lamteng dapat mewujudkan pemimpin yang berkualitas. pers yang diimbangi dengan gerakan mahasiswa akan menjadi organ intelektual dan informasi yang akan mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah daerah yang tidak pro rakyat. Satu contoh, mahasiswa dan pers bekerjasama dengan DPRD Lamteng mengawasi para perusahaan-perusahaan yang telah melakukan pengemplangan pajak di Lamteng.
Sehingga, PAD di Lamteng dapat dioptimalkan dan dijadikan modal pembangunan yang berkelanjutan. Ketiga, peran masyarakat menjadi penting sebagi organ sosial yang mampu membangun kultur bersama dalam mewujudkan gerak implementasi pertanian, industri, pendidikan, budaya, pariwisata dan lain sebagainya. Peran serta masyarakat sangat penting dalam membangun Lamteng menjadi daerah yang welcome bagi semua jenis etnis, suku dan golongan.
Masyarakat yang ramah akan menjadi daya tarik tersendiri bagi investor-investor yang akan masuk di Lamteng. Gambaran masyarakat yang keras, dangkal, dan anarkis harus diubah secara bersama-sama agar Lamteng menjadi kabupaten yang maju dan berdaya saing. Masyarakat yang ramah akan membuka ruang dibangunnya akses pendidikan mengingat Lamteng belum memiliki universitas pendidikan yang nantinya memberikan ruang peradaban bagi penduduk sekitar.
Keramahan masyarakat menjadi bukti akan saling bertukarnya ide-ide kreatif di masyarakat. Keramahtamahan Kota Jogja, Malang, bahkan Kota Metro yang pernah menjadi bagian Lamteng adalah contoh hasil keramahtamahan masyarakat dan menjadi landasan daya tarik tersendiri bagi upaya kemajuan daerah di segala aspek. Baik pendidikan, investasi usaha, wisata maupun yang lainnya. Harapan besar pemimpin hasil pilkada nanti akan mampu mewujudkan harapan masyarakat yang sudah lelah dan letih menunggu pembangunan Lamteng seperti daerah lainnya, terutama pembangunan jalan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here