SUBUH

0
32

Oleh : DHARMA SETYAWAN
 KOMUNITAS HIJAU
Add captionsahabatcoratcoret.blogspot.com
Keheningannya mengajak manusia berfikir. Subuh! Sebuah awal tanpa beban. Tidak ada manusia yang berjumpa dengan subuh kecuali ketenangan yang selalu dia jumpai. Dia begitu menyegarkan, subuh mendermakan diri untuk menjadi pemula pada hari. Saat manusia bertemu subuh, sosok pagi akan menyambutnya dengan semangat, dengan semangat itu harinya akan hidup dan nihil kemalasan. Tafsir waktu ketepatan subuh tidak menentu pada angka jam. Subuh mamatok diri pada kumandang azan yang merayu telinga. Azan subuh mengajak diri untuk segera siuman dan berharap sampai pada titik kesadaran untuk segera bangun. Ayam pun sebelum subuh sudah berkokok, berkoar-koar, memanggil-manggil pagi untuk memesrai subuh.
Subuh itu janji! Dia setia menghampiri kita semua. Dia menyapa siapa saja yang bernyawa. Tatkala sapaannya dibalas oleh keacuhan, esok hari subuh tetap datang lagi. Kecuali mereka yang tidak hidup, mungkin saja telah mati dari kehidupannya atau mati perasaannya. Subuh terus menggigil, memasung dan memasang diri dalam gelap. Subuh ingin terus menjinakkan hatimu dan mengajakmu merapat dalam shaf-shaf yang kokoh. Beribu-ribu tahun subuh itu setia pada kita semua, namun hanya hewan-hewan yang mampu memenuhi panggilan subuh dengan setia bahkan seringkali berlomba-lomba untuk menandai subuh. Aku belum pernah mendapati ayam-ayam masih mendengkur kala subuh telah hadir. Ayam mungkin malu jika subuh mendahului kesadarannya untuk segera bergegas menyambut pagi.
eshape.wordpress.com

Subuh itu panggilan! Panggilan azan yang merdu merayumu untuk segera menghadap Allah SWT  Tuhan semesta Alam. Allah SWT, Azan dan subuh adalah siklus yang terus akan ditemui setiap makhluk. Allah terus memanggilmu lewat azan subuh itu, sampai akhir hidup azan terus memanggil. Tanpa bosan, tanpa paksaan kau akan terus dapati subuh itu ingin terus kau sambut. Hanya dibutuhkan kesetiaan kepada subuh untuk ditunaikan 2 rakaat, bahkan dua rakaat sebelum subuh lebih baik dari dunia dan seisinya. Setia pada subuh yang juga setia menunggu kita setiap pagi. Sebagaimana cerita Sang Tuan dan anjing yang setia. Anjing bernama Blaky yang begitu setia dengan Tuannya. Suatu hari Sang Tuan mengajak Blaky menjaga tanamannya di kebun dari babi-babi yang akan merusak. Namun Sang Tuan melihat si Blaky sedang di atas bukit asik mengejar-ngejar burung yang hinggap di ranting pohon-pohon kecil. Marahlah Sang Tuan dan memanggil Blaky dengan teriakan keras. “Blaky…! Sini kau!” Pekik Sang Tuan. Si Blaky langsung melompat ke bawah, jatuh badannya, bergulung-gulung beberapa kali, tubuhnya penuh dengan tanah yang melekat di sekujur tubuhnya, Kakinya terantuk akar kayu yang keras, Blaky terus bangkit dan dengan susah payah segera menuju kehadapan Tuannya yang beraut muka marah. Dan si Blaky dengan nafas terengal-engal menghadap di depan Tuan masih menjulurkan lidah tanda lelah yang sangat hebat.

Blaky! Anjing yang menyadari bahwa Tuannya yang selama ini memberinya makan, memberinya tempat berteduh, merawatnya semenjak kecil. Lebih taat mana Blaky dan manusia yang sama-sama diberi kenikmatan? Namun manusia yang begitu sempurna diciptakan tidak mau menyambut subuh sebagaimana lewat azan Allah memanggilnya setiap hari. Blaky begitu memahami panggilan-panggilan yang sontak keluar dari suara Sang Tuan. Blaky begitu taat dan patuh, begitu pandainya dia berterimakasih pada Sang Tuan.
Seandainya manusia mengetahui keutamaan sholat Subuh tentu mereka akan mendatanginya (berjamaah) walaupun dengan keadaan merangkak” (HR Bukhari dan Muslim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here